Showing posts with label Sunnah. Show all posts
Showing posts with label Sunnah. Show all posts

Tuesday, 23 April 2013


Sholat witir adalah sholat ganjil.  Waktu pelaksanaanya Setelah sholat Isya’ sampai sebelum sholat shubuh dengan bilangan rakaat 1, 2, 5, 7, 9 atau 11 (ganjil). Boleh sekaligus, boleh dua-dua lalu ditambah satu.
Niat Sholat Witir adalah 

Sholat witir dan Doanya


Sholat sunnah Taubah dua rak’at (4 dan 6 raka’at) dilakukan setelah seseorang telah merasa berbuat dosa (maksiat), kemudian bertaubat kepada Allah SWT. Betaubat dari sesuatu dosa ialah menyesal atas perbuatan yang telah dilakukan itu (Perbuatan ma’siat/dosa dan sebagainya), dan berniat pada hati yang ikhlas karena Allah tidak melakukan lagi perbuatan ma’siat atau dosa itu, serta memohon ampun kepada Allah SWT.

Sholat Sunnah Taubah


Sholat sunnah Tahajjud dikerjakan pada waktu malam hari pada jam 1-2 malam setelah bangun tidur.Sholat sunnah Tahjjud dilakukan dua raka’at sekurang-kurangnya, dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas, (tiap dua raka’at salam).

Bacaan niat Sholat Tahajjud sebagai berikut:
اصلى سنة التهجد ركعتين لله تعالى

Pelaksanaan

Cara Melakukan Sholat Tahajjud


Source Image :khazanahislamku.blogspot.com
Sholat sunnah istikharah adalah shalat untuk memohon kepada Allah SWT. Pada pilihan sesuatu pekerjaan baik atau tidak-Nya yang akan dilakukan, maka dalam hal ini kita mohon penetapan (petunjuk) Allah SWT. Dari sesuatu pekerjaan yang masih kita ragu-ragukan baik atau buruk.

Bacaan niat-nya sebagai berikut:

Memilih sesuatu dengan Sholat Istikharah


Sholat Dhuha ialah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu matahari sedang naik, pagi hari mulai jam 7 – 11.30 siang hari. Sekurang-kurangnya sholat sunnah Dhuha dua raka’at dan sebanyaknya delapan raka’at (tiap dua raka’at salam).

Bacaan niat-Nya sebagai berikut:

Melakukan Sholat Dhuha


        Al-Sunnah kadang-kadang disebut juga dengan al-Hadits dan keduanya dipergunakan saling bergantian untuk maksud yang sama. Bahkan term ini kadng-kadang diganti dengan al-Khabar dan atau al-Atsar walaupun kadang-kadang dibedakan juga diantaranya :

a.      Al-Sunnah

       Secara estimologis al Sunnah berarti jalan yang ditempuh (al-Aqidah) adat istiadat, suatu kebiasan dan cara yang diadakan.
       Menurut istilah al-Sunnah berarti : segala sesuatu yang datang dari Nabi SAW selain al-Qur’an, baik berupa perkataan, perbuatan atau taqrir yang bisa dijadikan sebagai dasar menetapkan hukum syara’.17
       Dengan demikian al-Sunnah suatu yang berasal dari Nabi atau sesuatu yang disandarkan kepadanya, yang berupa ucapannya, tindakan/perbuatannya atau sesuatu yang ditetapkan oleh Nabi karena Nabi menyetujui atau menolak suatu pendapat atau perbuatan/tindakan yang dilakukan oleh pihak lain.

b.      Al-Hadits

       Secara estimologis al-Hadits berarti baru, lawan dari lama dekat/baru terjadi, perkataan, cerita atau berita.
       Secara istilah al-Hadits dapat diartikan: Segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW baik berupa perkataan, perbuatan, pernyatan (taqrir) dan sebagainya.18
       Sebagaimana maksud di atas bahwa yang berasal dari Nabi baik berupa perkataan, perbuatan, atau ketetapan Nabi dan disampaikan secara oral ataupun tulisan. Berlainan dengan al-Sunnah yang hanya merujuk pada substansi perbuatannya.
       Namun secara tegas AA. Azamiy menyatakan bahwa al-Sunnah model of behavior of prophet, the use of al-Sunnah is restricted to sunnah of prophet alone.19 sebagaimana juga dipertegas oleh al-Kamal: Sunnah adalah sesuatu yang dinukilkan dari Nabi SAW baik berupa perbuatan atau perkataan, sedangkan hadits adalah khusus perkataan Nabi SAW.

c.       Al-Khabar

       Menurut estimologi al-Khabar berarti berita. Secara luas al-Khabar berarti sesuatu yang disandarkan kepada Nabi, sahabat dan tabi’in. dengan demikian sumber atau sandaran dari al-Khabar dapat dari berbagai macam atau beberapa orang termasuk selain Nabi, seperti sahabat dan tabi’in.
       Sebagaimana Ulama ada yang berpendapat bahwa hadits adalah yang datang dari Nabi SAW sedang al-Khabar adalah yang datang selain Nabi. Dari sini sering dikatakan bahwa seorang yang ahli dalam bidang hadits dan sunnah disebut Muhadditsin sedang yang ahli dalam sejarah dsebut Akhbary.

d.      Al-Atsar

       Atsar menurut bahasa adalah bekas sesuatu. Al-Zarkasyi mengartikan al-Atsar sesuatu yang disandarkan kepada sahabat semata. Dengan demikian atsar tidak mempunyai hubungan langsung ataupun tidak langsung dengan Nabi.19 Dan dapat dikatakan Atsar adalah Muradif dari hadits dan khabar.
       Berdasarkan definisi di atas, ulama Khurasan membedakan antara istilah khabar dengan atsar. Khabar adalah segala sesuatu yang disandarkan pada Nabi sedangkan atsar adalah informasi yang disandarkan pada sahabat.
       Sedangkan menurut Jumhur Muhaditsin istilah al-Sunnah, al-Hadits, khabar dan atsar adalah mempuyai pengertian yang sama.

e.       Hadits Qudsi atau Hadits Rabbani

       Hadits Qudsi secara estimologi adalah suatu hadits yang suci (nadhafah) sedangkan menurut istilah adalah Hadits yang disandarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Allah SWT.
       Sebagaimana diungkapkan al-Thibi, hadits Qudsi adalah titah Tuhan yang disampaikan dalam mimpi dengan jalan ilham kepada Nabi Muhammad, lalu menerangkannya menurut apa yang disampaikannya dengan susunan perkataan (redaksi) Nabi serta menyandarkannya kepada Allah.
      

Nama-nama lain Sunnah

 
Tau.? © 2015 - Designed by Templateism.com | Distributed By Blogger Templates